Kamis, 18 Juli 2013

LAPORAN PPL YOGYAKARTA


LAPORAN AKHIR INDIVIDUAL
PRAKTIK PENELITIAN LAPANGAN (PPL)
DI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ujian Praktik Bahasa Indonesia
di MAN 2 Kota Sukabumi


disusun oleh:
WILDAN WILYANI
NIS 1011010039



 







KEMENTERIAN AGAMA KOTA SUKABUMI
MAN 2 KOTA SUKABUMI
1434 H/2013 M

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR INDIVIDUAL
PRAKTIK PENELITIAN LAPANGAN (PPL)
DI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012


Laporan akhir PPL ini telah disahkan
Untuk diajukan sebagai syarat Ujian Praktik

Disahkan di               : MAN 2 Kota Sukabumi
Hari, Tanggal            :

Peserta,

Wildan Wilyani
NIS 1011010039

Mengetahui:
Guru Pembimbing,                                              Kepala MAN 2 Kota Sukabumi,


Heni Rohaeni, M.Pd                                            Drs. Yepi Prezi Agus Gunadi, M.Si
NIP 196309071990032004                                   NIP 196407161994031001


KATA PENGANTAR




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tiada kata yang pantas dipanjatkan penyusun selain rasa syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, Allah Rabbul ‘Izzati, atas curahan rahmat serta inayah-Nya penyusun mampu menyelesaikan kegiatan dan laporan Praktik Penelitian Lapangan (PPL) di Yogyakarta. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada panutan alam, pembawa risalah kebenaran, pencegah kebathilan, yang telah meneladankan qudwah hasanah, yakni Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang senantiasa istiqamah dalam peneladanannya.

Harus diakui bahwa terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bantuan yang telah penyusun peroleh dari segenap pihak. Oleh karenanya, penyusun ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusun terutama kepada.
1. Allah SWT yang tiada pernah lelah mengurus makhluk-Nya.
2. Ibunda beserta keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun       materil.
3. Bapak Drs. Yepi Prezi Agus Gunadi, M.Si. selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi.
4. Bapak Saprudin, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.
5. Ibu Heni Rohaeni, M.Pd. selaku guru pembimbing dalam penyusunan laporan PPL.  
6. Segenap guru, staf, dan karyawan MAN 2 Kota Sukabumi atas bantuan dan kerjasamanya selama pelaksanaan PPL.
7. Rekan-rekan kelompok PPL yang tanpa lelah memberikan motivasi dan dorongannya.

Kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Dengan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan senantiasa mengharapkan kritik dan saran demi sebuah perubahan menuju perbaikan.
Billahi Taufiq Wal Hidayyah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Sukabumi, 20 Maret 2013


Penyusun




DAFTAR ISI



LEMBAR PENGESAHAN
SUSUNAN DAFTAR NAMA KELOMPOK
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1
B. Tujuan dan Manfaat Penulisan Laporan ........................................................ 5

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 21
A. Metode Penulisan Laporan .......................................................................... 21
B. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 24
C. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................................... 24
D. Jadwal Penelitian ......................................................................................... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................... 31
A. Candi Borobudur ......................................................................................... 21
B. Candi Prambanan ......................................................................................... 24
C. Istana Presiden.............................................................................................. 24
D. Keraton Yogyakarta .................................................................................... 26
E. Universitas Gadjah Mada (UGM)................................................................ 26
F. Taman Pintar................................................................................................. 26



BAB V PENUTUP ......................................................................................... 44
A. Simpulan ...................................................................................................... 44
B. Saran ............................................................................................................ 45

DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI
LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAPORAN AKHIR INDIVIDUAL
PRAKTIK PENELITIAN LAPANGAN (PPL)
DI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ujian Praktik Bahasa Indonesia
di MAN 2 Kota Sukabumi


disusun oleh:
WILDAN WILYANI
NIS 1011010039



 







KEMENTERIAN AGAMA KOTA SUKABUMI
MAN 2 KOTA SUKABUMI
1434 H/2013 M

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR INDIVIDUAL
PRAKTIK PENELITIAN LAPANGAN (PPL)
DI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012


Laporan akhir PPL ini telah disahkan
Untuk diajukan sebagai syarat Ujian Praktik

Disahkan di               : MAN 2 Kota Sukabumi
Hari, Tanggal            :

Peserta,

Wildan Wilyani
NIS 1011010039

Mengetahui:
Guru Pembimbing,                                              Kepala MAN 2 Kota Sukabumi,


Heni Rohaeni, M.Pd                                            Drs. Yepi Prezi Agus Gunadi, M.Si
NIP 196309071990032004                                   NIP 196407161994031001
KATA PENGANTAR




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tiada kata yang pantas dipanjatkan penyusun selain rasa syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, Allah Rabbul ‘Izzati, atas curahan rahmat serta inayah-Nya penyusun mampu menyelesaikan kegiatan dan laporan Praktik Penelitian Lapangan (PPL) di Yogyakarta. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada panutan alam, pembawa risalah kebenaran, pencegah kebathilan, yang telah meneladankan qudwah hasanah, yakni Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang senantiasa istiqamah dalam peneladanannya.

Harus diakui bahwa terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bantuan yang telah penyusun peroleh dari segenap pihak. Oleh karenanya, penyusun ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusun terutama kepada.
1. Allah SWT yang tiada pernah lelah mengurus makhluk-Nya.
2. Ibunda beserta keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun       materil.
3. Bapak Drs. Yepi Prezi Agus Gunadi, M.Si. selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi.
4. Bapak Saprudin, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.
5. Ibu Heni Rohaeni, M.Pd. selaku guru pembimbing dalam penyusunan laporan PPL.  
6. Segenap guru, staf, dan karyawan MAN 2 Kota Sukabumi atas bantuan dan kerjasamanya selama pelaksanaan PPL.
7. Rekan-rekan kelompok PPL yang tanpa lelah memberikan motivasi dan dorongannya.

Kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Dengan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan senantiasa mengharapkan kritik dan saran demi sebuah perubahan menuju perbaikan.
Billahi Taufiq Wal Hidayyah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Sukabumi, 20 Maret 2013


Penyusun











DAFTAR ISI



LEMBAR PENGESAHAN
SUSUNAN DAFTAR NAMA KELOMPOK
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1
B. Tujuan dan Manfaat Penulisan Laporan ........................................................ 5

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 21
A. Metode Penulisan Laporan .......................................................................... 21
B. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 24
C. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................................... 24
D. Jadwal Penelitian ......................................................................................... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................... 31
A. Candi Borobudur ......................................................................................... 21
B. Candi Prambanan ......................................................................................... 24
C. Istana Presiden.............................................................................................. 24
D. Keraton Yogyakarta .................................................................................... 26
E. Universitas Gadjah Mada (UGM)................................................................ 26
F. Taman Pintar................................................................................................. 26



BAB V PENUTUP ......................................................................................... 44
A. Simpulan ...................................................................................................... 44
B. Saran ............................................................................................................ 45

DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI
LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Hal demikian menunjukkan bahwa begitu mulianya tujuan yang dicita-citakan dari sebuah proses pendidikan. Salah satu proses atau kegiatan yang mengarah pada terealisasinya tujuan tersebut adalah kegiatan belajar mengajar.
Proses belajar mengajar adalah inti dari kegiatan pendidikan secara keseluruhan.
Adapun tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana anak didik akan dibawa. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.
Demi terealisasinya tujuan pendidikan tersebut, maka suatu lembaga pendidikan harus menciptakan sistem pembelajaran secara optimal.
MAN 2 Kota Sukabumi sebagai lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama menginginkan terciptanya suatu proses pembelajaran secara optimal. Banyak program yang telah diselenggarakan oleh MAN 2 mengenai proses pembelajaran siswa. Baik itu program harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan. Program tersebut  dilaksanakan di dalam sekolah mau pun di luar sekolah. Salah satu dari program tersebut yaitu melaksanakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan di luar sekolah seperti Praktik Penelitian Lapangan (PPL).
Untuk itu, MAN 2 Kota Sukabumi mengadakan program Praktik Penelitian Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di Yogyakarta. Yakni meliputi kunjungan ke Universitas Gajah Mada (UGM), Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, Istana Presiden dan Keraton Yogyakarta. Kegiatan tersebut wajib diikuti oleh siswa MAN 2 Kota Sukabumi kelas XI baik program IPA maupun IPS. Program tersebut dilaksanakan agar tercapainya sistem pembelajaran yang optimal.

B.     Tujuan dan Manfaat Penulisan Laporan

1.      Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka setiap siswa MAN 2 Kota Sukabumi yang telah memasuki kelas XI baik program IPA maupun program IPS, wajib mengikuti program PPL. Adapun lokasi yang dipilih oleh MAN 2 untuk melaksanakan kegiatan tersebut adalah Yogyakarta. Yakni melaksanakan kunjungan ke Universitas Gajah Mada (UGM), Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, Istana Presiden dan Keraton Yogyakarta.
Setidaknya terdapat dua tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan laporan PPL ini di antaranya.
a.       Memberikan gambaran secara langsung tentang pelaksanaan kegiatan PPL di Yogyakarta.
b.      Memenuhi salah satu syarat siswa kelas XI dalam proses pembelajaran.

2.      Manfaat
a.      Bagi MAN 2 Kota Sukabumi
1)      Terealisasinya salah satu program tahunan MAN 2 Kota Sukabumi.
2)      Tercapainya sistem pendidikan yang optimal.
b.      Bagi peserta PPL
1)      Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada para praktikan.
2)      Mendewasakan pikiran para praktikan dalam mengkaji setiap pemecahan masalah.
3)      Mengembangkan potensi para praktikan.






















BAB II
LANDASAN TEORI


Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secatra sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. (Nana Syaodih:2009)

Jadi, penelitian merupakan aktivitas menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan yang terandalkan kebenarannya (objektif dan sahih) mengenai suatu realitas, fenomena maupun masalah.

Adapun penyebab yang melatarbelakangi terjadinya sebuah penelitian. Pertama, karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia sangat terbatas, dibandingkan dengan lingkungannya yang begitu luas. Kedua, manusia memiliki dorongan untuk mengetahui atau curiosity. Ketiga, manusia di dalam kehidupannya selalu dihadapkan kepada masalah, tantangan, ancaman, kesulitan baik di dalam dirinya, keluarganya, masyarakat sekitarnya, serta di lingkungan kerjanya. Keempat, manusia merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai, dikuasai dan dimilikinya. (Nana Syaodih:2009)

DEFINISI
Candi Borobudur terkenal dengan peninggalan bercorak Budha. Letaknya di dekat Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bangunan Candi Borobudur dikelilingi oleh Bukit Menoreh yang membentang dari Timur ke Barat. Gunung Merapi dan Merbabu terletak di sebelah Timur, dan Gunung Sumbing serta Gunung Sindoro yang terletak di sebelah Barat. Candi ini didirikan pada tahun 824 Masehi (746 Saka), oleh Raja Mataram bernama Samarotungga. Pada waktu itu Raja Mataram di Jawa Tengah berasal dari keturunan Sailendra. Candi ini pertama didirikan untuk menghormati pendiri Dinasti Sailendra. Raja-raja Sailendra menganut agama Budha Mahayana.

Candi Prambanan dikenal pula dengan nama Candi Loro Jonggrang. Letaknya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itulah sebabnya Candi ini lazimdisebut dengan nama Candi Prambanan. Candi ini didirikan pada abad ke-8 pada masa Kerajaan Hindu Mataram. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi pemeluk agama Hindu Siwa. Di sekitar komplek Candi Prambanan terdapat Candi lain seperti Candi Sewu (Budha), Candi Ijo, Candi Barang, dan Kraton Ratu Baka.

Istana kepresidenan Yogyakarta dikenal juga dengan nama Gedung Agung atau Gedung Negara. Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di ujung selatan jalan Akhmad Yani, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta. Kompleks Istana yang berada pada ketinggian 120 meter dpl. ini dibangun di atas lahan seluas 43.585 M2. Terletak di pusat keramaian kota, jantung kota Yogyakarta, menghadap ke timur berseberangan dengan Museum Benteng Vredeburg, bekas benteng Belanda.

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Universitas Gadjah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 dan merupakan Universitas yang bersifat nasional. Selain itu Universitas Gadjah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan Universitas pembina di Indonesia.
Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jln. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona.


























BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A.    Metode Penulisan Laporan
            Metode yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah metode deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang ada pada masa sekarang, meliputi kondisi-kondisi yang dihadapi praktikan selama melaksanakan kegiatan PPL, lokasi tempat praktik, dan sebagainya.

B.     Teknik Pengumpulan Data
Metode deskriptif merupakan metode yang menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumenter dalam mengumpulkan data.

a.       Observasi
Observasi adalah pengamatan terhadap objek yang datanya akan dicatat dengan segala persiapan. Dalam observasi ini lebih diarahkan kepada sasaran lokasi PPL. Adapun objek dalam penulisan laporan ini adalah Yogyakarta. Meliputi Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Pintar, Kunjungan ke Universitas Gajah Mada (UGM), Istana Presiden dan Keraton Yogyakarta.

b.      Wawancara
Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individu maupun kelompok, yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pihak-pihak yang berada di lokasi praktik. Hal ini bertujuan agar data-data yang dihasilkan lebih jelas dan objektif. Adapun yang dijadikan sasaran dalam penggunaan teknik ini adalah orang yang mempunyai kewenangan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung. Hal ini dinamakan guide atau pemandu wisata dalam setiap lokasi penelitian.

c.       Studi Dokumenter
Studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dokumen-dokumen baik tertulis maupun gambar. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan mengadakan studi kepustakaan.

C.    Waktu dan Tempat Penelitian
Adapun waktu dan tempat yang para praktikan lakukan yakni terhitung selama empat hari. Dimulai pada tanggal 28 November 2011 sampai tanggal 1 Desember 2011. Dan tempat yang praktikan lakukan yakni di Yogyakarta.

D.    Jadwal Penelitian

Hari/Tanggal
Kegiatan
Keterangan
Senin/
28 Nov 2011
-      Perjalanan menuju Yogyakarta

Selasa/
29 Nov 2011
-      Presentasi di UGM
-      Penelitian di Candi Prambanan
-      Kegiatan di Taman Pintar

Rabu/
30 Nov 2011
-      Kunjungan di Istana Presiden
-      Kegiatan di Keraton Yogyakarta
-      Kegiatan di Candi Borobudur


Kamis/
1 Des 2011
-      Perjalanan menuju Sukabumi

 Adapun jadwal secara rinci akan dilampirkan dalam bagian lampiran.

BAB IV
HASIL PENELITIAN


A.      CANDI BOROBUDUR
Candi Borobudur terletak di  Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja dan termasuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Ada beberapa versi mengenai asal usul nama candi ini. Versi pertama mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “bara” yang berarti “kompleks candi atau biara” dan “beduhur” yang berarti “tinggi/di atas”.
Candi Borobudur diperkirakan didirikan oleh Raja Samaratungga dari wangsa Sayilendra sekitar tahun Sangkala rasa sagara kstidhara atau tahun Caka 746 (824 Masehi) dan baru dapat diselesaikan oleh puterinya yang bernama Dyah Ayu Pramodhawardhani pada sekitar tahun 847 Masehi. Pembuatan candi ini menurut prasasti Klurak (784 M) dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya dan seorang pangeran dari Kashmir yang bernama Visvawarma.
Letak candi ini diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Sementara di sebelah timur terdapat Gunung Merapi dan Merbau, serta disebelah barat ada Gunumg Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi untuk membangun Candi Borobudur ini. Berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton. Seperti umumnya bangunan candi, Bororbudur memiliki 3 bagian bangunan, yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk. Sedangkan Aruphadatu yang tak lagi terikat hawa nafsu, materi dan bentuk digambarkan dalam bentuk stupa induk yang kosong. Hal ini hanya dapat dicapai dengan keinginan dan kekosongan.

B.     CANDI PRAMBANAN
Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki tiga halaman utama yaitu Candi Wisnu, Brahma dan Siwa. Ketiga Candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga Candi itu menghadap ke Timur. Setiap Candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke Barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu masih terdapat dua candi apit. Empat candi kelir dan empat candi sudut. Sementara halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki Candi Siwa yang letaknya di tengah dan bangunannya paling tinggi. Penganmat akan melihat empat buah ruangan. Satu ruangan utama berisi Arca Siwa. Sementara tiga ruangan masing-masing berisi Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa) dan Ganesha (putra Siwa). Dan Durga itulah yang disebut-sebut Arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah Utara Candi Siwa, pengamat akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah Selatan Candi Siwa, pengamat akan menemukan satu ruangan yang berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Wisnu. Candi ini menyimpan sebuah kisah tentang sosok manusia sebuah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih bersayap merah, berparuh dan bersayap seperti elang. Diperkirakan sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok “Bennu” (berarti terbit atau bersinar,  biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir kuno atau phoenix dalam mitologi Yunani kuno. Garuda bias menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakana untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunaknnya sebagai lambang negara. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief Candi yang memuat Kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief yang menarik lain adalah pohon Klapataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan relief Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam menelola lingkungannya.

C.    ISTANA PRESIDEN
Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di ujung selatan jalan Akhmad Yani, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta. Kompleks Istana yang berada pada ketinggian 120 meter dpl. ini dibangun di atas lahan seluas 43.585 M2. Terletak di pusat keramaian kota, jantung kota Yogyakarta, menghadap ke timur berseberangan dengan Museum Benteng Vredeburg, bekas benteng belanda
Istana kepresidenan Yogyakarta dikenal juga dengan nama Gedung Agung atau Gedung Negara. Penamaan itu berkaitan dengan salah satu fungsi gedung utama istana, yaitu sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung. Istana ini merupakan salah satu istana dari keempat istana kepresidenan lainnya, yang memiliki peran amat penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan kehidupan bangsa Indonesia.
Secara umum, proses pengembangan bagian-bagian Istana Kepresidenan Yogyakarta tidak banyak berubah, baik dari gedung induknya: Gedung Agung, juga wisma -wismanya seperti Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, dan Wisma Saptapratala.
Selain keempat wisma tersebut, sejak 20 September 1995, kompleks Seni Sono seluas 5.600 meter persegi yang terletak di sebelah selatan, yang semula milik Departemen Penerangan, kini menjadi bagian dari Istana Kepresidenan Yogyakarta. Cukup lumayan dilakukan penataan ulang terhadap istana ini; contohnya Ruang Kesenian direnovasi, kursi-kursi dan lampu hiasnya diganti. Dari segi perabot / perlengkapan tampak kesesuaian antara fungsi kamar / ruang dengan perabotan / peralatan yang mengisinya, bahkan termasuk benda - benda seni bernilai tinggi yang ada di dalamnya.
Sejak didirikan dua abad yang lalu hingga kini, Gedung Induk kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta tidak pernah berubah; bentuknya sama seperti ketika selesai dibangun pada tahun 1869. Ruangan Induknya disebut Ruang Garuda dan berfungsi sebagai ruang resmi penyambutan tamu negara atau tamu agung yang lain. Di ruangan ini pulalah kabinet Republik Indonesia dilantik tatkala ibu kota negara pindah ke Yogyakarta. Pada dinding ruangan yang bersejarah ini tergantung gambar-gambar pahlawan nasional, di antaranya adalah gambar Pangeran Diponegoro, R.A. Kartini, Dokter Wahidin Soedirohusodo, dan Tengku Cik Di Tiro.
Di sisi selatan Gedung Induk terdapat Ruangan Tidur Presiden beserta keluarga, sedangkan di sisi utara terdapat kamar tidur yang disediakan bagi Wakil Presiden beserta keluarga, dan bagi tamu negara atau tamu agung yang lain beserta keluarga.
Di bagian depan kanan Gedung Induk terdapat ruangan yang diberi nama Ruang Soerdiman untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda. Di ruangan inilah dulu Panglima Besar Soedirman mohon diri kepada Presiden Soekarno, untuk meninggalkan kota dalam rangka memimpin perang gerilya melawan Belanda. Di bagian kiri gedung utama terdapat ruangan yang diberi nama Ruang Diponegoro, untuk mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Dalam ruangan ini tampak pula lukisan / foto beliau sedang berkuda.
Dari Ruang Garuda ke arah belakang terdapat ruangan besar yang lain, yaitu Ruangan Jamuan Makan, tempat jamuan makan bagi tamu negara atau tamu agung yang lain. Di belakang ruangan jamuan makan terdapat ruangan luas, yang berfungsi sebagai Ruangan Pertunjukan Kesenian.
Masih tentang bangunan-bangunan yang ada di Istana Yoyakarta ini, bangunan lain adalah Wisma Negara; wisma ini dibangun pada tahun 1980. Wisma ini dimaksudkan untuk para menteri dan rombongan tamu negara. Bangunan ini bertingkat dua dan mempunyai 19 kamar. Setiap kamarnya dihiasi dengan lukisan serta benda seni lain yang sesuai dengan fungsi-fungsi kamarnya, terutama untuk beristirahat.
Selain Wisma Negara, terdapat Wisma Indraphrasta. Wisma ini merupakan wujud bangunan asli kantor Asisten Residen Belanda, penggagas bangunan yang kini menjadi istana ini. Di kiri dan kanan belakang bangunan utama, di dekat Ruang Kesenian, adalah Wisma Sawojajar dan Wisma Bumiretawu. Wisma Sawojajar,di sebelah utara, disediakan bagi petugas atau rombongan staf Presiden atau tamu negara, sedangkan Wisma Bumiretawu disediakan bagi ajudan serta dokter pribadi Presiden atau ajudan dan dokter pribadi tamu negara. Wisma Saptapratala terletak di sebelah selatan, berseberangan dengan Wisma Bumiretawu . Wisma ini disediakan bagi petugas-petugas dan para anggota rombongan presiden atau tamu negara.
Kompleks Seni Sono mulai dipugar tahun 1995 dan terdiri dari gedung auditorium, gedung tempat penyimpanan koleksi benda-benda seni, gedung pameran dan perkantoran. Auditorium ini semula adalah gedung Seni Sono yang dibangun pada tahun 1915 dan diperuntukkan sebagai tempat pertunjukkan kesenian terpilih yang berkaitan dengan acara kenegaraan. Gedung yang diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan koleksi benda-benda seni semula adalah bangunan kuno yang dibangun Belanda pada tahun 1911 dan terakhir digunakan sebagai kantor PWI / Antara. Bangunan yang diperuntukkan gedung pameran dan perkantoran semula adalah bangunan Kantor Departemen Penerangan.
Biasanya, Pintu Gerbang Utama Kompleks Istana Yogyakarta dijaga oleh dua buah patung besar Dwarapala yang juga disebut Gupala, masing-masing setinggi dua meter. Kedua patung ini berasal dari salah satu tempat di sebelah selatan Candi Kalasan. Di halaman istana, di depan Gedung Induk, tampak sebuah monumen yang terbuat dari batu andesit setinggi 3.5 meter, namanya Dagoba, yang berasal dari Desa Cupuwatu, di dekat Candi Prambanan. Orang Yogyakarta menyebutnya Tugu Lilin karena Tampak seperti lilin yang senantiasa menyala, melambangkan kerukunan beragama, yaitu agama Hindu Ciwa dan agama Budha: agama Hindu Ciwa dilambangkan dengan Lingga, yang menopang stupa sebagai lambang agama Budha.

D.    KERATON YOGYAKARTA
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

E.     UNIVERSITAS GADJAH MADA
Universitas Gadjah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 dan merupakan Universitas yang bersifat nasional. Selain itu Universitas Gadjah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan Universitas pembina di Indonesia.
Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). Universitas Gadjah Mada termasuk universitas yang tertua di Indonesia, berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

F.     TAMAN PINTAR
Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jln. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota.
Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.

0 komentar:

Poskan Komentar